Kemdikbud Memetakan Persiapan UNBK 2017

img_20170212_102106

Guna dapat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) saat ini tengah melakukan pemetaan kesiapan sekolah-sekolah. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemdikbud, Totok Suprayitno pada Kamis (6/1) di Jakarta.

“Sekarang sedang dipetakan kesiapan sekolah-sekolah untuk pelaksanaan UNBK,” ujarnya.

Kemdikbud sebelumnya sudah menargetkan bahwa 60 persen ujian nasional, akan dilakukan dengan berbasis komputer pada 2017. Saat ini sudah ada 12.058 sekolah dan madrasah yang siap melaksanakan UNBK.

Totok menjelaskan pelaksanaan UNBK akan dilangsungkan secara bergelombang dan dengan berbagi sumber daya yang ada. Mulai dengan cara “menumpang” di perguruan tinggi yang memiliki peralatan komputer lengkap hingga kepada pengadaan komputer.

“Dalam sehari, pelaksanaan UNBK bisa dilakukan pada tiga gelombang,” tambah dia.

Pada tahun ini Kemdikbud mengurangi jumlah mata pelajaran yang akan diujikan dan siswa dipersilahkan memilih mata pelajaran yang disukainya. Selain itu juga diselenggarakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Mata pelajaran yang akan diujikan pada UN untuk jenjang SMP, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan IPA. Sementara mata pelajaran yang diuji dalam USBN, yakni Pendidikan Agama, PPKN dan IPS.

Untuk SMA mata pelajaran UN, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan satu mata pelajaran pilihan sesuai jurusan. Untuk USBN, yaitu Pendidikan Agama, PPKn, Sejarah, dan tiga mata pelajaran sesuai program studi siswa.

Sedangkan jenjang SMK, mata pelajaran UN adalah Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan. Untuk USBN, Pendidikan Agama, PPKN, dan Keterampilan Komputer.

“Sedangkan mata pelajaran pilihan, meskipun yang dipilih cuma satu namun lebih mendalam dan meluas. Termasuk adanya soal esai pada USBN,” ujarnya.

Totok juga berharap pemerintah daerah, turut terlibat dalam membantu pengadaan komputer. Hal itu perlu dilakukan karena komputer lebih banyak berada di perkotaan, dibandingkan di desa.

“Untuk sementara, di desa masih berbasis kertas. Kami berharap pemerintah daerah turut membantu dalam mengatasi persoalan kekurangan komputer ini,” jelasnya.

Untuk menunjang UNBK tersebut maka pada tahun ini, Kemdikbud berencana melakukan pengadaan 40.000 paket komputer guna pelaksanaan UNBK.(Faizal)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s